Home / Berita / Update 2 Desember Bencana Sumatera: 753 Korban Jiwa, 526 Dalam Pencarian

Update 2 Desember Bencana Sumatera: 753 Korban Jiwa, 526 Dalam Pencarian

BENCANA SUMATERA– Musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah memasuki masa kritis. Data terbaru per Selasa, 2 Desember 2025, pukul 20.00 WIB, menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia terus meningkat secara drastis, kini mencapai 753 jiwa. Bersamaan dengan itu, angka warga yang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian juga masih tinggi, yakni sekitar 526 jiwa. Data ini memperkuat indikasi bahwa bencana ekologis ini telah menimbulkan kerugian jiwa yang sangat besar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan terus diintensifkan, meskipun tim gabungan menghadapi tantangan berat dari kondisi medan yang rusak parah dan cuaca yang masih tidak menentu. Kerusakan infrastruktur akibat bencana ini telah mempersulit akses bantuan dan evakuasi. Tercatat, lebih dari 3.600 rumah mengalami kerusakan berat, 323 fasilitas pendidikan hancur, dan 344 jembatan tidak dapat digunakan, memutus jalur logistik vital.

Hingga saat ini, total warga yang terdampak langsung oleh bencana ini mencapai 3,3 juta jiwa, dengan lebih dari 1,2 juta orang terpaksa mengungsi ke pos-pos penampungan sementara. Penanganan pengungsi menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan dapat terpenuhi. Terdapat juga laporan bahwa lebih dari 2.600 orang mengalami luka-luka dan sedang dalam perawatan medis.

Meskipun cuaca ekstrem diidentifikasi sebagai pemicu utama, banyak pihak, termasuk aktivis lingkungan dan akademisi, menyoroti peran kerusakan lingkungan, seperti deforestasi yang masif, sebagai faktor yang memperparah dampak bencana. Keberadaan gelondongan kayu besar yang terseret arus banjir di banyak lokasi menjadi bukti nyata yang menguatkan desakan agar pemerintah segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap izin lingkungan dan penindakan tegas terhadap pembalakan liar di wilayah terdampak. Pemerintah didesak untuk tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga pada mitigasi jangka panjang berbasis keberlanjutan lingkungan.

Tag: