KUNINGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan kembali memicu bencana alam. Kali ini, fenomena pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Dusun Pahing, Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara, pada Minggu (23/11/2025) sore.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini mengakibatkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan yang cukup mengkhawatirkan. Struktur tanah yang labil akibat gerusan air hujan menyebabkan munculnya retakan tanah yang signifikan di area tempat tinggal warga tersebut.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan yang turun ke lokasi mencatat kerusakan spesifik berupa retakan tanah sepanjang 12 meter. Lebih parah lagi, pergerakan tanah ini menyebabkan pondasi bangunan mengalami pergeseran hingga 7 sentimeter dari posisi semula. Kondisi ini dinilai membahayakan penghuni jika pergerakan tanah terus berlanjut.
Meskipun kerusakan fisik pada bangunan tidak terhindarkan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas telah melakukan kaji cepat atau asesmen di lokasi untuk memetakan potensi bahaya susulan.



Sebagai langkah antisipasi, petugas BPBD telah memberikan peringatan keras kepada pemilik rumah dan warga sekitar. Masyarakat diminta untuk terus memantau kondisi bangunan, khususnya jika ada penambahan lebar retakan atau perubahan kemiringan lantai dan dinding rumah. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama saat hujan deras kembali turun, karena air dapat memicu tanah kembali bergerak sewaktu-waktu. Warga diimbau segera melapor dan mengungsi ke tempat aman jika menemukan tanda-tanda bahaya yang semakin memburuk.










