TANGERANG SELATAN, – Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin menyebutkan lima kriteria santri di Indonesia, yang tidak hanya sekadar label. Hal itu disampaikan KH Ma’ruf Amin dalam tausiah sebelum meresmikan Santri Institute Indonesia di Pondok Pesantren Al Amanah Al Gontory, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Rabu (29/10/2025).

Ma’ruf Amin menyebutkan santri harus pintar. Kedua, santri punya kepekaan terhadap lingkungan sosial. Sehingga, Ma’ruf Amin menegaskan santri yang kurang peka, lebih baik kembali lagi ke dalam lingkungan pondok pesantren.
Keempat, santri harus tangguh. Artinya, kata Ma’ruf santri harus tangguh dalam memegang teguh janji. Terakhir dan kelima santri harus berkolaborasi, Bersatu dalam satu wadah.
“Santri harus Bersatu, bergabung jangan sendiri-sendiri. Santri Institute Indonesia ini sebagai wadah santri menyatukan Gerakan dan Langkah,” ujar Ma’ruf Amin.
Ma’ruf Amin dalam tausiahnya mengatakan Santri Institute Indonesia berdiri sebagai wadah menyatukan kaum santri di Indonesia. Di dalam organisasi ini juga bertujuan membangun gaya hidup yang syarí, membuat regulasi sesuai syariat Islam.
“Alhamdulilah, Santri Institute secara resmi sudah berdiri sebagai wadah menyatukan santri. Sehingga santri Bersatu dalam membangun negeri tercinta ini,” ujar KH Ma’ruf Amin.

Eranya Santri Berkolaborasi
Ketua Umum Santri Institute Indonesia, La Ode Safiul Akbar, menegaskan bahwa berdasarkan data jumlah santri yang terdaftar di Kementerian Agama sebanyak 4 juta tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah itu terdiri dari santri salaf dan modern. Kehadiran Santri Institute Indonesia ini sebagai wadah.
“Santri tidak bisa terpecah belah. Saatnya sekarang era kolaborai, bukan hanya menonjolkan diri sendiri,” ujar La Ode.La Ode
Menjelaskan Santri Institute Indonesia ini menjadi wadah untuk melatih santri agar memiliki kemampuan atau skill sehingga bisa bersaing dengan masyarakat umum. Wadah ini juga membuka peluang untuk cari beasiswa pendidikan ke luar negeri khusus santri.
“Kami siap mewadahi kebutuhan santri. Misalnya kalau ada santri yang ingin menjadi pengusaha. Lalu membuka jaringan komunikasi kalau santri yang ingin jadi politisi,” ujarnya. (Win/ZP)
Editor : aldi










