Home / Insiden / Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Status Dinaikkan Menjadi Awas Level IV

Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Status Dinaikkan Menjadi Awas Level IV

FLORES TIMUR – Gunungapi Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi dengan intensitas tinggi, setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung tersebut menjadi AWAS (Level IV) pada Selasa malam (14/10/2025). Kenaikan status ini dipicu oleh peningkatan aktivitas vulkanik signifikan yang terekam pada seismogram pos pemantauan.

Erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 23.37 WITA (14 Oktober 2025), hanya sekitar dua jam setelah status dinaikkan. Dalam laporan PVMBG, kolom abu vulkanik pada erupsi pertama ini dilaporkan mencapai ketinggian hingga 9.000 meter di atas puncak kawah. Erupsi berlangsung selama 4 menit 4 detik dengan arah sebaran abu dominan ke Barat, Barat Daya, dan Barat Laut.

Aktivitas vulkanik kembali memuncak pada Rabu dini hari (15/10/2025) pukul 01.35 WITA. Erupsi kedua ini jauh lebih besar, menyemburkan kolom abu setinggi 10.000 meter di atas puncak. Letusan yang berlangsung selama 9 menit 6 detik ini juga mengarahkan kolom abu ke arah Barat, Barat Daya, dan Barat Laut.

Kenaikan status menjadi AWAS (Level IV) dilakukan pada pukul 21.30 WITA (14/10/2025) menyusul lonjakan data aktivitas yang terekam jelas oleh pos pemantauan. Status AWAS mengindikasikan bahwa bencana erupsi kemungkinan besar akan segera terjadi atau sedang berlangsung, dengan potensi ancaman bahaya yang meluas.

Imbauan Keselamatan Mendesak

Sehubungan dengan peningkatan status dan rangkaian erupsi, masyarakat di wilayah sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, terutama di Flores Timur, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi keselamatan dari otoritas setempat.

Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius aman 7 kilometer dari kawah puncak gunung. Selain itu, warga juga diinstruksikan untuk menggunakan masker pelindung pernapasan saat berada di luar ruangan guna menghindari dampak abu vulkanik, serta dianjurkan untuk tetap berada di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak di luar. Otoritas terkait terus memantau perkembangan terkini demi menjamin keselamatan warga.

Tag: