Home / Insiden / Rumah Sekaligus Tempat Usaha Konveksi di Sindang Agung Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp360 Juta

Rumah Sekaligus Tempat Usaha Konveksi di Sindang Agung Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp360 Juta

KUNINGAN – Sebuah bangunan yang berfungsi ganda sebagai tempat tinggal sekaligus tempat usaha konveksi di RT 01 RW 03 Dusun Manis, Desa Balong, Kecamatan Sindang Agung, Kabupaten Kuningan, hangus dilalap si jago merah menjelang waktu subuh, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Bangunan tersebut diketahui merupakan milik Dahlan (50).

​Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Yusup, kronologi peristiwa bermula sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, ia mendengar suara letupan mirip kabel terbakar yang kemudian disusul oleh munculnya kepulan asap tebal dan kobaran api. Banyaknya material kain dan bahan baku konveksi yang mudah terbakar membuat api dengan sangat cepat membesar dan melahap seluruh bagian bangunan seluas kurang lebih 108 m² tersebut.

​Setelah menerima laporan dari warga, Tim UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kuningan langsung bergerak cepat ke lokasi. Sebanyak dua unit kendaraan operasional dan 11 personel petugas pemadam diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).

​Proses penjinakan api berjalan dramatis dan dibantu secara gotong royong oleh anggota Polsek Garawangi, Babinsa, unsur Kecamatan Sindang Agung, aparat desa, serta warga sekitar. Berkat kesigapan tim gabungan, dalam waktu sekitar satu jam, amukan api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.30 WIB.

​Berdasarkan hasil penyelidikan awal di lapangan, penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting atau arus pendek pada instalasi listrik bangunan.

​Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, musibah ini menimbulkan kerugian harta benda yang cukup besar bagi korban.

​“Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, meskipun kerugian materiil yang dialami pemilik rumah cukup besar,” ungkap Andri Arga.

​Total kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp360 juta. Berdasarkan pendataan petugas, rincian kerugian meliputi kerusakan fisik bangunan senilai Rp216 juta, 20 unit mesin jahit (Rp80 juta), 400 potong pakaian jadi (Rp40 juta), serta bahan baku pakaian (Rp6 juta). Selain itu, api juga menghanguskan satu unit sepeda motor (Rp6 juta), sepeda listrik (Rp2 juta), tiga unit tempat tidur (Rp6 juta), kulkas (Rp2 juta), satu unit AC (Rp2 juta), serta sejumlah dokumen dan surat-surat berharga milik keluarga korban.

​Pihak UPT Damkar Kuningan kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang dipicu oleh instalasi listrik, kelalaian penggunaan peralatan gas, maupun aktivitas pembakaran sampah.

​Andri menyarankan warga untuk rutin memeriksa kondisi selang dan regulator gas secara berkala, menghindari penggunaan colokan listrik yang menumpuk secara berlebihan, serta selalu menggunakan kabel maupun peralatan listrik yang sudah berstandar SNI.

​“Sebagai langkah antisipasi dini, kami juga berharap pemerintah desa maupun pengelola lingkungan perumahan dapat menyediakan sarana proteksi kebakaran secara mandiri, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan ketersediaan tandon air di titik-titik strategis,” pungkasnya.

Tag: