KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara resmi melepas keberangkatan tim SSB Harata U-14 di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Jumat (24/7/2026). Tim pembinaan usia muda ini dijadwalkan berlaga pada ajang bergengsi Liga TopSkor National Championship 2026 yang berlangsung di Kota Bogor.
SSB Harata mengukir catatan impresif sebagai satu-satunya Sekolah Sepak Bola (SSB) asal Jawa Barat yang berhasil menembus putaran nasional. Tiket tersebut diraih usai mengunci gelar juara Liga TopSkor Regional Cirebon dengan koleksi 40 poin dari 13 kemenangan, satu hasil seri, dan satu kekalahan.
Manajer SSB Harata, Ferry Ardiansyah, mengungkapkan kebanggaannya mengingat sebagian besar pesaing di tingkat nasional merupakan akademi sepak bola profesional.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kuningan. Dari seluruh peserta tingkat nasional, hampir semuanya akademi, sedangkan dari Jawa Barat hanya SSB Harata yang lolos,” ujar Ferry.
Ferry menambahkan, perjuangan timnya menuju tingkat nasional ditempuh secara gotong royong bersama para orang tua pemain. Dari total 24 pemain yang diboyong, terdapat delapan anak yatim piatu asal Kuningan—dua di antaranya menyabet gelar pemain terbaik dan penjaga gawang terbaik di tingkat regional.
Pada putaran nasional nanti, SSB Harata tergabung di Grup C bersama tim-tim kuat dari berbagai daerah, seperti wakil Papua dan Pekanbaru. Meski bakal melakoni persaingan ketat, manajemen tetap optimistis menargetkan posisi delapan besar.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras jajaran manajemen, pelatih, orang tua, serta para pemain. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa pembinaan sepak bola di Kuningan terus menunjukkan tren positif.
“Prestasi ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk meraih prestasi. Yang menentukan adalah semangat, disiplin, latihan yang konsisten, serta dukungan dari semua pihak,” kata Bupati Dian.
Bupati berpesan agar para pemain muda tampil percaya diri, menjaga kesehatan, serta menjunjung tinggi kerja sama tim saat berhadapan dengan lawan-lawan tangguh dari seluruh Indonesia.
“Jangan bermain dengan beban. Percaya pada kemampuan diri, ikuti arahan pelatih, dan jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga. Saya yakin dari SSB Harata akan lahir pemain-pemain yang mengharumkan nama Kuningan, bahkan Indonesia,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem sepak bola usia dini melalui berbagai ajang, termasuk turnamen Bupati Cup sebagai wadah penjaringan talenta muda lokal.










