Home / Berita / Sejuk! Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar Sepakat Gelar Muktamar Bersama

Sejuk! Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar Sepakat Gelar Muktamar Bersama

KEDIRI – Kabar gembira datang dari jantung pesantren Jawa Timur. Ketegangan internal yang sempat mewarnai tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mencair. Ketua Umum PBNU KH Yahya Chalil Staquf (Gus Yahya) melakukan pertemuan penting dengan Rais Aam KH Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Kamis (25/12/2025).

Pertemuan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya penyatuan kembali kekuatan Nahdlatul Ulama. Dalam momen tersebut, Gus Yahya melakukan tabayun atau klarifikasi di hadapan Rais Aam, Musytasyar, serta para Masyayikh sepuh untuk menyelesaikan dinamika organisasi yang sempat meruncing.

Ada dua keputusan krusial yang lahir dari pertemuan penuh keberkahan tersebut. Pertama, kedua pucuk pimpinan tertinggi NU ini sepakat untuk menyelenggarakan Muktamar bersama yang legitimate dalam waktu dekat. Muktamar ini diharapkan menjadi sarana penyelesaian masalah secara organisasi dengan bimbingan para kiai sepuh.

Kedua, mengenai detail teknis seperti waktu dan tempat pelaksanaan akan diputuskan secara kolektif. Untuk mewujudkannya, PBNU akan segera membentuk kepanitiaan gabungan yang melibatkan unsur dari pihak Ketum maupun Rais Aam.

Momen islah ini semakin terasa menyejukkan setelah beredarnya foto kebersamaan para kiai di Lirboyo. Dalam foto yang viral di kalangan nahdliyin tersebut, Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar tampak duduk berdampingan sambil menikmati hidangan.

Suasana semakin hangat karena meja tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh besar NU, antara lain KH Anwar Mansur, KH Kafabihi Mahrus, KH Said Aqil Siroj, hingga Wakil Presiden ke-13 RI yang juga Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin. Mengenakan pakaian koko putih yang senada, para kiai ini memancarkan simbol kesucian niat dan perdamaian bagi jutaan warga NU di akar rumput.

Langkah islah ini langsung disambut haru oleh warga Nahdliyin. Sejumlah pengamat menilai bahwa pertemuan di Lirboyo ini merupakan jawaban atas kekhawatiran akan terjadinya perpecahan di tubuh organisasi Islam terbesar di dunia tersebut. Dengan kembalinya tradisi musyawarah mufakat di bawah asuhan para kiai sepuh, Muktamar mendatang diharapkan bukan hanya sekadar suksesi kepemimpinan, melainkan menjadi momentum penyatuan visi NU menyongsong tantangan zaman.

Tag: