PURWAKARTA – Sebuah langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian daerah di Jawa Barat telah diresmikan melalui penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Perjanjian ini secara unik dilaksanakan di atas Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada Selasa, 25 November 2025. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melakukan perjalanan dari Purwakarta menuju Stasiun Gambir, Jakarta.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah optimalisasi layanan perkeretaapian dan pengembangan jalur-jalur wisata baru. Kabar gembira bagi pecinta perjalanan, perjanjian ini mencakup rencana peresmian kereta wisata baru bernama Jaka Lalana, yang dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 14 Desember 2025. Kereta Jaka Lalana dirancang untuk melayani rute wisata menarik yang menghubungkan Jakarta – Bogor – Sukabumi – Cianjur. Gubernur Dedi Mulyadi berharap, dengan dibukanya jalur ini, konektivitas antarwilayah akan meningkat, secara langsung memperkuat sektor pariwisata dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
Selain fokus pada pariwisata, kerja sama antara Pemprov Jabar dan PT KAI juga meluas ke bidang lain yang tak kalah penting. Kedua pihak kini tengah mengkaji dan merancang layanan untuk angkutan komoditas, termasuk ternak (sapi, ayam, domba) dan hasil pertanian seperti beras dan sayuran, dengan rute utama dari Cianjur, Bogor, hingga Bandung. Pengembangan ini bertujuan menjadikan kereta api sebagai moda yang efisien untuk distribusi logistik daerah. Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga dikabarkan memasukkan kajian untuk menghidupkan kembali layanan kereta konvensional rute Jakarta-Bandung-Banjar, dengan ambisi memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya sekitar 1,5 jam. Semua upaya ini merupakan komitmen bersama Pemprov Jabar dan PT KAI untuk menjadikan layanan kereta api sebagai tulang punggung transportasi yang modern dan pendorong utama pembangunan ekonomi regional.










