Home / Insiden / Tiga Hari Hilang, Dua Bocah Terseret Arus Sungai Ciliman Ditemukan Meninggal Dunia

Tiga Hari Hilang, Dua Bocah Terseret Arus Sungai Ciliman Ditemukan Meninggal Dunia

PANDEGLANG – Operasi pencarian terhadap dua bocah berusia sembilan tahun, Haikal dan Habibi, yang hilang terseret arus Sungai Ciliman, Kampung Rancahideung, Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, akhirnya berakhir dengan kabar duka. Tim SAR gabungan menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (27/10) pagi, setelah tiga hari pencarian.

Korban pertama, Haikal (9), berhasil ditemukan sekitar pukul 06.10 WIB dengan jarak kurang lebih 4,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Beberapa jam kemudian, tim SAR kembali menemukan korban kedua, Habibi (9), sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian setelah melakukan perluasan area penyisiran mengikuti derasnya aliran sungai.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad (berdasarkan informasi tambahan), membenarkan penemuan kedua korban yang merupakan warga setempat, dan dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup.

Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (25/10) sekitar pukul 15.20 WIB. Haikal dan Habibi dilaporkan sedang bermain di tepi Sungai Ciliman, menggunakan sebuah perahu yang terikat. Menurut keterangan saksi mata dan informasi dari Tim SAR, keduanya sempat melompat ke air dan kembali naik ke perahu secara berulang. Namun, di tengah permainan, tali pengikat perahu tiba-tiba terputus, menyebabkan perahu hanyut. Diduga panik melihat perahu mereka lepas dan terbawa arus, keduanya melompat ke sungai dan nahasnya langsung terseret arus sungai yang kuat. Beberapa sumber tambahan menyebutkan, arus sungai saat itu cukup deras, bahkan meluap, akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.

Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Karyasari. Bupati Pandeglang, Hj. Raden Dewi Setiani, dilaporkan turut meninjau lokasi pencarian dan menyampaikan duka cita. Pemerintah daerah (Pemda) melalui berbagai unsur, termasuk BPBD Pandeglang, mengimbau seluruh masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan ketat terhadap aktivitas anak-anak, khususnya di sekitar daerah aliran sungai (DAS) yang memiliki potensi arus kuat dan risiko kecelakaan air lainnya, terutama di musim penghujan.

Tag: