Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat aktivitas ekonomi di desa-desa seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan saat penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendes PDT dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk mengenai penyediaan dan pemanfaatan layanan produk dan jasa perbankan syariah, yang dilaksanakan di BSI Tower pada Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Yandri, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mendukung Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun ekonomi dari desa dan bawah untuk mencapai pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Ia berharap MoU ini dapat mempercepat pencapaian tujuan tersebut dan memberikan kecerahan bagi desa-desa di Indonesia.
Selain itu, Yandri menyoroti berbagai program berbasis desa yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, seperti Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebutkan bahwa literasi mengenai program-program ini perlu terus disampaikan kepada masyarakat desa, dan berharap BSI dapat berperan dalam mendukung penyuksesan program-program tersebut.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Dirjen PEID Tabrani, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PPDT Samsul Widodo, serta beberapa pejabat lainnya dari Kemendes PDT. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemberdayaan ekonomi desa, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara merata.










