CIREBON – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) XII, Bambang Mujiarto, ST, menegaskan bahwa pembangunan Jawa Barat tidak boleh tercerabut dari akar budayanya. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2025 yang berfokus pada wilayah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Indramayu.
Menurut Bambang, Cirebon memiliki keunikan sejarah dan peradaban yang harus menjadi pondasi rencana pembangunan masa depan. Wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah ini menuntut pendekatan pembangunan yang berbeda dengan daerah lain di Jawa Barat.
”Kita melibatkan pelaku seni, budayawan, hingga unsur dinas untuk menggali kembali nilai-nilai histori Cirebon. Ke depan, kami akan melakukan roadshow ke desa-desa untuk menapaki jejak sejarah yang mulai memudar,” ujar politisi tersebut saat menjelaskan pentingnya integrasi budaya dalam kebijakan publik.
Menanggapi isu kemiskinan di Jawa Barat, Bambang menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan yang terukur untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Pondasi 2025–2026: Fokus utama anggaran akan dialokasikan pada perbaikan infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan.
Akselerasi 2027: Setelah infrastruktur kokoh, Pemprov akan melakukan intervensi masif pada sektor ekonomi.
Penguatan UMKM: Menghidupkan kembali sektor UMKM menjadi strategi kunci untuk memastikan roda ekonomi di tingkat bawah tetap tumbuh.
Bambang menekankan bahwa pengentasan kemiskinan adalah “PR terbesar” yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat (APBN), provinsi, kabupaten/kota, hingga sektor swasta. Mengingat Jawa Barat masih sangat mengandalkan sektor agraris dan kelautan, infrastruktur yang baik menjadi syarat mutlak agar akses ekonomi di pelosok desa dapat terbuka lebar.
”Saat ini kita siapkan ‘jalannya’ dulu. Ekonomi bukan ditinggalkan, tapi pondasi fisiknya diperkuat agar pada tahun 2027 nanti, pertumbuhan ekonomi kita bisa melesat lebih maksimal,” pungkasnya. (Ramdhan)










