BANDUNG – Konflik berkepanjangan terkait sengketa lahan di kawasan Sukahaji, Kota Bandung, kembali memanas. Bentrokan fisik dilaporkan terjadi pada Rabu (3/12) siang ini, mempertemukan dua kubu yang saling serang.
Dalam rekaman video yang beredar luas di kalangan warga setempat, terlihat jelas aksi kekerasan di mana kelompok warga yang menempati lahan dan sekelompok orang yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (Ormas) saling berhadapan. Mereka terlibat aksi saling lempar batu dan benda tumpul lainnya.
Bentrok ini menambah panjang daftar insiden kekerasan yang terjadi di lokasi sengketa tersebut, yang selama ini telah menjadi perhatian publik dan kerap diwarnai dengan aksi intimidasi hingga pemagaran sepihak.
Bentrokan ini diduga kuat dipicu oleh polemik sengketa lahan yang telah berlangsung lama di Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay. Konflik agraria ini melibatkan klaim hak milik dari pihak swasta (perusahaan) terhadap tanah yang telah lama didiami dan dijadikan ruang hidup oleh warga.
Kasus ini sendiri diketahui sedang bergulir di ranah hukum, dengan warga mengajukan gugatan terhadap tindakan pemasangan pagar dan upaya pengosongan lahan tanpa adanya putusan pengadilan yang inkracht (berkekuatan hukum tetap).
Terkait sengketa lahan ini, Wali Kota Bandung M Farhan sebelumnya telah berulang kali menyatakan keprihatinannya. Ia selalu meminta semua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan permasalahan melalui jalur hukum yang adil dan transparan, serta menghindari tindakan kekerasan yang dapat memperkeruh suasana. Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk terus hadir sebagai bagian dari solusi, namun meminta semua pihak menghormati proses hukum yang berjalan.










