KARAWANG – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di persimpangan lampu merah dekat Mall Cikampek pada Sabtu pagi (29/11/2025). Sebuah truk kontainer yang diduga mengalami rem blong menabrak sejumlah kendaraan yang tengah berhenti. Kecelakaan beruntun ini mengakibatkan satu orang dilaporkan meninggal dunia dan menimbulkan kerusakan parah pada beberapa kendaraan.
Menurut keterangan saksi mata di tempat kejadian, truk kontainer tersebut melaju kencang dan tidak dapat dihentikan saat mendekati lampu merah, yang menyebabkan tabrakan dahsyat. Kendaraan besar itu kemudian menabrak sedikitnya tujuh kendaraan lainnya, yang terdiri dari satu mobil keluarga, satu mobil angkutan kota (angkot), dan lima unit sepeda motor.
Dampak dari tabrakan ini sangat parah. Salah satu saksi di lokasi kejadian mengonfirmasi bahwa satu orang dipastikan meninggal dunia di tempat akibat insiden maut tersebut. Hingga saat ini, pihak kepolisian dan petugas terkait masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan korban. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai jumlah pasti korban luka maupun korban jiwa lainnya.
Insiden yang terjadi pada pagi hari ini telah menyebabkan kemacetan parah di sekitar lokasi kejadian. Pihak kepolisian lalu lintas segera mengalihkan arus kendaraan untuk mempermudah proses penanganan korban dan evakuasi bangkai kendaraan yang ringsek. Truk kontainer, yang menjadi penyebab utama kecelakaan, telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut terkait kondisi teknisnya.
Penyebab Sementara: Dugaan awal menunjukkan bahwa kegagalan fungsi pengereman atau rem blong pada truk kontainer adalah pemicu utama kecelakaan beruntun ini. Kecelakaan serupa yang melibatkan truk besar dengan masalah rem sering terjadi di ruas-ruas jalan utama, terutama menjelang persimpangan atau turunan, yang menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin kelaikan jalan kendaraan angkutan berat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari area sekitar lampu merah Mall Cikampek sementara proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) berlangsung. Perkembangan terkait identitas korban dan jumlah pasti korban akan diinformasikan lebih lanjut setelah proses pendataan selesai.










