Bencana hidrometeorologi parah, meliputi banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, telah melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera—Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar)—dalam beberapa hari terakhir. Tragedi ini dipicu oleh curah hujan ekstrem, salah satunya akibat pengaruh dari Siklon Tropis yang baru saja melanda, menyebabkan kerugian besar, menelan banyak korban jiwa, dan melumpuhkan berbagai akses vital. Pemerintah daerah di ketiga provinsi telah menetapkan status darurat untuk menggerakkan seluruh sumber daya dalam upaya penanganan dan penyelamatan.
Dampak paling signifikan tercatat di Sumatera Utara. Hanya dalam tiga hari, telah terjadi 86 kejadian bencana di 11 kabupaten/kota, dengan 59 di antaranya adalah tanah longsor. Data korban jiwa per Kamis (27/11/2025) menunjukkan 24 orang meninggal dunia, 37 luka ringan, 6 luka berat, dan 5 orang masih dalam pencarian. Berdasarkan pembaruan data dari sumber lain, jumlah korban meninggal di Sumut, khususnya yang terpusat di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), bahkan diperkirakan telah mencapai 47 orang dan terus dimutakhirkan.
Sementara itu di Sumatera Barat, banjir, longsor, dan angin kencang telah memukul 13 kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi Sumbar merespons dengan menetapkan Status Tanggap Darurat hingga 8 Desember 2025. Kondisi serupa terjadi di Aceh, di mana setidaknya 9 kabupaten/kota kini berstatus darurat bencana. Di sana, lebih dari 46.893 jiwa terdampak dan hampir 1.500 warga terpaksa mengungsi. Wilayah terparah di Aceh adalah Aceh Timur, di mana 11 kecamatan terendam dan dilaporkan sedikitnya dua warga meninggal dunia.
Tantangan terbesar saat ini adalah kelumpuhan infrastruktur yang menghambat penyaluran bantuan. Sedikitnya 4 jembatan terputus dan 20 titik jalan tertimbun material longsor di lintas ketiga provinsi. Banyak akses jalan utama, termasuk ruas-ruas vital Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), lumpuh total, mengakibatkan sejumlah wilayah terisolasi. Untuk mengatasi situasi genting ini, Kementerian Pekerjaan Umum telah mengerahkan alat berat ke puluhan titik di Sumut, Aceh, dan Sumbar. Bahkan, Pemerintah Pusat melalui Menko PMK telah menyiapkan skema pendistribusian bantuan logistik melalui jalur udara dan pelayaran untuk menembus wilayah yang terputus akses daratnya.











