KUNINGAN – Hujan lebat yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Kuningan memicu terjadinya tanah longsor di jalur penghubung Kecamatan Cilebak dan Ciwaru, pada Rabu (20/11/2025) sore.
Insiden pergerakan tanah ini tepatnya terjadi di Blok Huluwarang, Desa Patala, Kecamatan Cilebak, sekitar pukul 17.00 WIB. Longsoran tersebut menggerus tebing bahu jalan yang vital bagi mobilitas warga setempat.
Berdasarkan data sementara, dimensi kerusakan cukup signifikan. Tebing bahu jalan sepanjang kurang lebih 20 meter, dengan lebar 6 meter dan ketinggian 8 meter, ambrol ke bawah. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur kawasan tersebut tanpa henti sejak pukul 14.00 WIB siang tadi.
Meskipun material longsor cukup besar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Hingga Rabu malam, akses jalan Cilebak menuju Ciwaru dilaporkan masih bisa dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, pengendara diminta untuk sangat waspada. Posisi longsoran yang memakan bahu jalan membuat struktur tanah di sekitarnya menjadi labil. Ada kekhawatiran potensi longsor susulan yang bisa saja menyeret badan jalan utama jika hujan kembali turun dengan deras.

Aparat Desa Patala telah bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan untuk penanganan darurat. Tim BPBD dijadwalkan segera melakukan asesmen teknis di lapangan guna menentukan langkah perbaikan yang tepat.
Sebagai langkah antisipasi, warga dan pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan saat melintas di Blok Huluwarang, terutama saat malam hari atau kondisi hujan, karena jarak pandang yang terbatas dan kondisi tanah yang belum stabil. Rambu peringatan darurat diharapkan segera terpasang untuk mencegah kendaraan melintas terlalu dekat dengan bibir longsoran.










