BREBES – Ratusan massa buruh di Kabupaten Brebes mulai menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Rabu (19/11/2025). Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Brebes yang dinilai belum layak dan tidak sesuai dengan kebutuhan hidup para pekerja. Sejak pagi hari, massa buruh telah berkumpul dan bergerak dalam bentuk konvoi panjang. Mereka memilih Jalur Pantura sebagai rute utama untuk menuju sasaran aksi, yaitu Kantor Pemerintahan Terpadu Brebes.
Konvoi buruh tersebut tampak diwarnai dengan berbagai atribut yang dibawa oleh peserta aksi. Mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan utama, yaitu kenaikan UMK yang signifikan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL) di Kabupaten Brebes. Melalui megafon, para buruh menyuarakan aspirasi mereka agar pemerintah daerah dan dewan pengupahan segera merevisi penetapan UMK. Aksi ini digelar di tengah pembahasan penetapan UMK yang biasanya menjadi agenda tahunan pemerintah daerah menjelang akhir tahun. Buruh mendesak agar UMK Brebes tahun berikutnya dapat naik secara proporsional.
Pergerakan massa yang menggunakan Jalur Pantura sebagai akses utama, salah satu jalur vital, mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Petugas diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan parah dan memastikan aksi berjalan aman.
Langkah pengamanan ini bertujuan agar situasi tetap kondusif sejak massa mulai bergerak dari titik kumpul hingga tiba di Kantor Pemerintahan Terpadu Brebes, tempat mereka akan menyampaikan orasi dan bertemu perwakilan pemerintah. Hingga berita ini diturunkan, massa buruh sudah tiba di lokasi unjuk rasa dan sedang bersiap melakukan audiensi dengan pihak terkait untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.










