Home / Berita / Jalan Bantarujeg-Talaga Amblas Akibat Pergerakan Tanah, Lalu Lintas Lumpuh Total

Jalan Bantarujeg-Talaga Amblas Akibat Pergerakan Tanah, Lalu Lintas Lumpuh Total

MAJALENGKA – Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Bantarujeg dan Kecamatan Talaga di Kabupaten Majalengka, lumpuh total. Pergerakan tanah yang masif telah menghantam dan merusak badan jalan di beberapa titik sehingga jalur tersebut terputus sama sekali.

Bencana ini diduga kuat terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah selatan Majalengka selama beberapa hari terakhir, yang membuat kontur tanah menjadi labil.

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di beberapa lokasi kritis, mencakup wilayah Desa Cikidang–Cinambo, Silihwangi, hingga Salawangi.

Dari pantauan di lokasi, kondisi jalan sangat memprihatinkan. Badan jalan terlihat ambrol, amblas sedalam beberapa meter, dan retak-retak parah di sepanjang ratusan meter. Akibatnya, jalur vital yang menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas warga itu mustahil dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menyikapi bencana ini, Camat Bantarujeg, Agus Heriyanto, menegaskan agar masyarakat tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut karena sangat berbahaya.

“Kami imbau warga untuk bersabar dan tidak melewati jalur ini. Silakan gunakan rute alternatif demi keselamatan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Akibat putusnya jalur ini, warga terpaksa harus memutar lebih jauh. Pengendara dari Bantarujeg yang hendak ke Talaga atau sebaliknya, harus menggunakan jalur alternatif melalui Lemahputih-Malausma atau memutar via Cikijing, yang memakan waktu tempuh ekstra satu hingga dua jam.

Pihak kecamatan telah bergerak cepat melaporkan kejadian ini ke BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR), serta Polres Majalengka.

Tim gabungan dari BPBD dan Dinas PUTR dilaporkan sedang melakukan asesmen di lokasi untuk mengukur skala kerusakan dan merencanakan penanganan darurat. Sementara itu, aparat kepolisian telah memasang rambu penutup jalan di kedua ujung jalur yang terputus untuk mencegah warga melintas.

Tag: