Home / Keagamaan / Kisah Pedagang Sempol dan Darlung di Maulid Akbar Al-Bahjah Jamblang: Berkah dan Harapan di Tengah Keramaian

Kisah Pedagang Sempol dan Darlung di Maulid Akbar Al-Bahjah Jamblang: Berkah dan Harapan di Tengah Keramaian

CIREBON, – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahmi Akbar di Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah Jamblang Depok, Cirebon, Pada Ahad (26/10/2025) tidak hanya menjadi momen spiritual bagi ribuan jamaah, tetapi juga membawa berkah bagi para pedagang kecil di sekitarnya. Salah satunya adalah Salamun, seorang pedagang keliling yang berjualan sempol dan darlung (dadar gulung) di acara tersebut.

​Salamun yang berasal dari Desa Pecung telah menggeluti usaha jualan ini selama lebih dari lima tahun. Baginya, acara Maulid Akbar ini memberikan dampak positif yang signifikan.

“Kegiatan ini bagus,” ujarnya, karena memberikan kesempatan untuk “kumpul bersama” dan, yang terpenting, “lumayanlah, bisa nambah-nambah jualan.”

​Kehadirannya di Maulid Akbar Al-Bahjah sudah menjadi rutinitas; ia mengaku selalu hadir setiap tahun di lokasi tersebut. Kehadiran kali ini adalah yang ketiga baginya. Biasanya, Salamun berjualan di pabrik sepatu, kemudian berpindah ke madrasah pada sore hari, dan berlanjut ke pasar malam. Namun, saat ada kegiatan besar seperti Maulid, ia memilih datang ke Al-Bahjah.

“Kan acaranya gede, daripada yang di pabrik kan jualannya segitu,” jelasnya.

Harga jualannya pun terjangkau, dimulai dari seribu rupiah.

​Salamun mengungkapkan alasan ia memilih usaha kuliner sempol dan darlung. Awalnya ia berjualan mainan, namun karena munculnya gawai dan gim daring, jualan mainannya kurang laku. Ia pun beralih ke makanan.

“Kalau makanan kan seribu dua ribu, kan anak kecil sampai dewasa bisa jajan,” katanya.

Dalam wawancara, Salamun menyampaikan harapannya, baik untuk usahanya sendiri maupun untuk LPD Al-Bahjah.

  • Harapan Usaha: “Semoga semakin maju.”
  • Harapan Al-Bahjah: “Pondok Al-Bahjah juga semakin maju, semakin sukses.”

​Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahmi Akbar di Al-Bahjah Jamblang sendiri memang rutin digelar, menjadi magnet bagi puluhan ribu jamaah dari berbagai wilayah.

​Kisah Salamun menjadi potret nyata bahwa kegiatan keagamaan berskala besar seperti Maulid Akbar di Al-Bahjah tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga menjadi ladang rezeki yang melancarkan pergerakan ekonomi kecil di masyarakat. (Aldi/ZP)