JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-80 pada Jumat (25/10) dengan suasana khidmat dan penuh semangat. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bertindak sebagai inspektur upacara dan menarik perhatian saat memeriksa barisan dengan menaiki mobil taktis dalam negeri, Maung.
Aksi Menteri Bahlil dengan kendaraan buatan lokal tersebut, ditambah dengan sikapnya yang tegas, menjadi simbolisasi dari semangat baru sektor energi Indonesia. Momentum peringatan ini sekaligus menjadi penegasan kembali komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong tata kelola sumber daya alam yang lebih baik.
Dalam pidatonya, Menteri Bahlil menyampaikan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan hilirisasi, peningkatan produksi minyak dan gas (migas), serta penataan sektor pertambangan demi mewujudkan masa depan energi yang mandiri dan berdaulat.
Selain fokus pada kedaulatan energi, Bahlil juga secara keras menyoroti isu pemerataan dalam pengelolaan sumber daya alam. Ia menegaskan bahwa sektor tambang tidak boleh hanya dikuasai oleh segelintir kelompok pengusaha.
“Pengelolaan tambang jangan hanya dikuasai oleh kelompok tertentu, jangan hanya pengusaha itu saja, itu saja. Kita harus adil untuk menyerahkan, membagi secara baik sesuai aturan kepada UMKM daerah, kepada Koperasi dae1rah, kepada BUMD daerah dengan pemberian prioritas,” ujar Bahlil.
Komitmen ini diwujudkan salah satunya melalui perubahan aturan (PP Nomor 39 Tahun 2025) yang memberikan ruang lebih besar bagi UMKM, koperasi, BUMD, dan bahkan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk mengelola tambang secara legal.
Pesan Tegas Antikorupsi untuk Pejabat ESDM
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Bahlil juga menyampaikan peringatan keras kepada seluruh jajaran di Kementerian ESDM. Ia menegaskan tidak akan menoleransi adanya praktik “cara-cara lama” atau korupsi dalam penerbitan izin.
“Jangan lagi gaya-gaya lama dipakai. Jangan lagi ada cara-cara 86. Terutama kepada dirjen-dirjen yang memberikan izin-izin. Kalau saya tahu, kalau ada laporan, saya tidak segan-segan untuk rumahkan kalian,” tegas Bahlil, sekaligus mengingatkan bahwa ketegasan ini adalah arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk perbaikan tata kelola sektor ESDM.
Secara keseluruhan, peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-80 ini menandai tekad pemerintah untuk melakukan reformasi menyeluruh di sektor energi dan pertambangan, dengan fokus pada kedaulatan, hilirisasi, keberlanjutan, dan yang utama, pemerataan hasil bagi seluruh rakyat Indonesia.










