KUNINGAN,– Dalam upaya melestarikan warisan budaya sekaligus menjaring bibit atlet, Panitia Pelaksana (Panpel) Wasit dan Juri Kegiatan Invitasi Olahraga Tradisional Kategori SD se-Kabupaten Kuningan menggelar rapat koordinasi penting. Pertemuan yang berlangsung di Aula Disporapar Lantai 2, Kuningan fokus mematangkan aspek teknis dan regulasi menjelang perhelatan akbar pada akhir bulan.
Rapat ini dipimpin oleh Bidang Olahraga Seksi Pembudayaan Olahraga Disporapar Kabupaten Kuningan dan dihadiri oleh seluruh Pengurus KKGO Kabupaten Kuningan. Hadir pula Subkoordinator Pembudayaan Olahraga, Dede Suparman, S.E, Ketua KKGO Kabupaten Kuningan, Toni Thomas Cup, dan Technical Delegate Olahraga Tradisional, Aji CH Suharjo, S.Pd.
Sejumlah agenda krusial dibahas, termasuk pemantapan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Wasit/Juri, Pembahasan Peraturan Pertandingan, Penentuan Persyaratan Atlet/Peserta, hingga detail Peraturan Permainan untuk setiap nomor lomba.

Subkoordinator Pembudayaan Olahraga Disporapar, Dede Suparman, S.E, menekankan pentingnya peran wasit dan juri dalam menyukseskan acara ini.
“Integritas wasit dan juri adalah kunci utama. Kita harus memastikan semua regulasi dipahami dengan baik dan diterapkan secara adil. Karena ini adalah program berjenjang, kita harus menyiapkan atlet terbaik yang akan mewakili Kuningan di tingkat Provinsi,” tegas Dede Suparman.
Invitasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 22 hingga 23 Oktober 2025, bertempat di Lapangan Kelurahan Windusengkahan, Kecamatan Kuningan. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan ganda: sebagai wadah pembinaan sekaligus seleksi.
Ketua KKGO Kabupaten Kuningan, Toni Thomas Cup, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momen berharga bagi para guru olahraga.
“Keterlibatan KKGO dalam rapat ini sangat vital. Kita ingin memastikan bahwa olahraga tradisional ini tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi bagian dari kurikulum pembinaan karakter siswa. Kami berharap invitasi ini melahirkan juara-juara baru yang mampu mengharumkan nama Kuningan,” ujar Toni.
Adapun jenis nomor Olahraga Tradisional yang akan dilombakan, mencakup: Hadang, Tarompah Panjang, Egrang, Dagongan, dan Sumpitan. Peserta terbaik dari setiap jenis nomor akan diikutsertakan pada Invitasi Tingkat Provinsi, menjadikan pertemuan teknis ini sebagai langkah awal yang sangat menentukan. (Aldi/ZP)










