Home / Insiden / Hilang Dua Hari di Lembah Tengkorak, Ayah dan Anak Ditemukan Selamat

Hilang Dua Hari di Lembah Tengkorak, Ayah dan Anak Ditemukan Selamat

BANDUNG BARAT – Pencarian intensif selama lebih dari 24 jam membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Deden Yudhi (42) dan putranya, Zaizafan Dhiya (19), yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan tracking di kawasan Lembah Tengkorak, Bukittunggul, Kabupaten Bandung Barat. Keduanya ditemukan dalam kondisi selamat pada Jumat (17/10/2025) sore.

Titik terang dalam operasi pencarian ini muncul sekitar pukul 14.50 WIB, ketika tim di lapangan menerima informasi krusial dari seorang warga lokal yang melihat keberadaan kedua penyintas. Tim segera bergerak menuju koordinat yang dilaporkan, yakni 6°48’58.2″S 107°44’39.12″E, dan menemukan ayah dan anak tersebut dalam keadaan sadar, meskipun tampak kelelahan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch Adip, mengonfirmasi penemuan tersebut. “Alhamdulillah, kedua survivor ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka langsung kami evakuasi ke Posko Tim SAR Gabungan untuk penanganan awal,” ujar Adip dalam keterangan tertulisnya, Jumat sore.

Setelah dievakuasi, Deden dan Zaizafan diserahkan kepada pihak keluarga yang telah cemas menanti. Atas permintaan keluarga, keduanya langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut guna memastikan tidak ada cedera atau kondisi medis lain yang memerlukan penanganan.

Sebelumnya, Deden dan Zaizafan dilaporkan memulai pendakian mereka pada Rabu, 15 Oktober 2025, sekitar pukul 06.30 WIB. Mereka berencana untuk melakukan perjalanan pergi-pulang di hari yang sama. Namun, hingga Kamis (16/10/2025) malam, keduanya tak kunjung kembali dan tidak dapat dihubungi, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.

Tim Basecamp Lembah Tengkorak sempat melakukan pencarian awal, namun karena medan yang sulit dan belum ada hasil, operasi pencarian skala besar yang dikoordinasikan oleh Kantor SAR Bandung pun digelar.

Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, termasuk Kantor SAR Bandung, Polisi Hutan (Polhut), BPBD Subang, serta berbagai komunitas relawan seperti Napalima, BC, SAR Pasundan, dan Resgap, yang dibantu oleh warga lokal dan pihak keluarga korban.

Tag: